Peran keluarga bagi anak di zaman modern
ini sangat penting. Keluarga, khususnya orang tua adalah cermin bagi anak untuk
berperilaku, berbicara, serta bersosialisasi dengan dunia luar. Disamping itu,
seiring berkembangnya kemajuan teknologi peran orang tua dalam mengasuh dan
mendidik anak juga terbantu. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya gadget yang
meliputi bermacam-macam bentuk yaitu smartphone, laptop, kamera, tablet dan
sebagainya. Di era industri 4.0 orang tua perlu melek teknologi, sehingga dapat
mendampingi anak-anak mereka dalam mengakses internet, dan memilih konten yang
sesuai dengan usia serta kebutuhan anak.
Teknologi berupa gadget sangat mudah
menarik perhatian dan minat anak-anak. Gadget memiliki banyaknya fitur-fitur
seperti games dan gadget ini mudah untuk digunakan. Namun, dengan keberadaan
gadget juga bisa digunakan sebagai alat atau media pembelajaran yang sangat
efektif. Jadi, dapat dikatakan bahwa penggunaan teknologi gadget pada saat ini
memiliki dampak positif dan negatif bagi anak.
Dampak positif penggunaan gadget sebagai
berikut. (1) menambah pengetahuan, dengan menggunakan gadget yang berteknologi
canggih, anak-anak dengan mudah dan cepat untuk mendapatkan informasi mengenai
tugasnya disekolah (2) memperluas jaringan persahabatan karena dapat dengan
mudah dan cepat bergabung ke sosial media jadi kita dengan mudah berbagi
bersama teman kita, (3) mempermudah komunikasi karena gadget suatu alat yang
memiliki teknolgi yang canggih sehingga semua orang dapat dengan mudah
berkomunikasi dengan orang lain dari seluruh penjuru dunia, dan (4) melatih
kreativitas anak. Diharapkan dengan adanya perkembangan teknologi berupa gadget
dapat meningkatkan minat serta hasil belajar anak.
Namun yang terjadi di lapangan.
penggunaan gadget pada anak-anak lebih dominan pada dampak negatifnya.
Menurunnya minat belajar anak karena lebih suka bermain gadget. Anak yang
kecanduan gadget menyebabkan anak menjadi pribadi yang tertutup dan suka menyendiri.
Selain itu, anak bisa mengalami beberapa gangguan seperti gangguan pada
kesehatan otak, kesehatan mata, kesehatan tangan, dan gangguan tidur. Dengan
adanya gadget, anak rentan terkena paparan radiasi karena efek yang ditimbulkan
ketika bermain gadget terlalu lama biasanya mengakibatkan mata berair karena
kelelahan mata. Kecenderungan anak menjadi kurang kreatif lagi. Hal itu
dikarenakan ketika anak diberi tugas oleh sekolah ia tinggal browsing internet
untuk menyelesaikan tugas. Penggunaan gadget secara terus menerus akan
menimbulkan kecanduan pada penggunanya. Selain itu, peran orang tua dalam
mengontrol anak pada pengunaan gadget masih kurang karena orang tua tidak
mengetahui dampak yang akan ditimbulkan oleh gadget. Orang tua terlalu sibuk
dengan pekerjaan, sehingga kurang peka terhadap anak.
Hal itu tentu menjadi perhatian karena
dampak negatif yang begitu mengkhawatirkan terlebih bagi anak–anak yang
menggunakan gadget. Oleh sebab itu, peran orang tua sangat penting dalam
memberikan dan melakukan pengawasan serta pengontrolan penggunaan gadget pada
anak. Berikut adalah beberapa trik yang dapat orang tua praktikkan dalam
mengawasi dan mendampingi anak dalam penggunaan gadget.
Trik pertama adalah belajar tetapkan
batas. Kalau terlalu berlebihan, sesuatu yang baik pun bisa merusak. Orang tua
perlu tetapkan batas waktu saat menggunakan teknologi untuk bekerja ataupun
menikmati hiburan, dan jangan melanggarnya. Orang tua juga dapat membatasi
aktivitas berinternet anak di rumah dengan menyimpan password dan memblokir
konten yang berisi pornografi atau mengaktifkan program kids mode atau parental
control di smartphone nya.
Trik kedua dengan selalu berusaha
mendampingi anak saat menggunakan gadget. Beri penjelasan tentang apa yang
sedang dipelajari. Ketika anak tertarik pada hal atau konten yang menurut orang
tua kurang sesuai, beritahu mereka mengapa ini baik atau mengapa yang lainnya
tidak baik.
Trik ketiga adalah orang tua disarankan
menerapkan gerakan 1821, yaitu melakukan puasa gadget dan televisi hanya 3 jam
mulai dari jam 18.00 sampai dengan 21.00, menghabiskan waktu bersama anak
dengan sepenuh hati, sepenuh jiwa raga selama 3 jam saja. Bisa bermain bersama,
menemani belajar, mengobrol, aktivitas apapun yang dapat mengembalikan hak-hak
anak yang telah dirampas karena gadget.
Gadget memang mempermudah hidup kita.
Tapi, perlu diingat bahwa gadget bagaikan pedang bermata dua. Jadi, harus
pintar-pintar dalam menggunakannya. Generasi bangsa akan diharapkan menjadi
penguasa teknologi dan bukan sebaliknya, menjadi generasi yang dikuasai dan
dikendalikan oleh teknologi. Oleh karena itu diperlukan pengawasan orang tua
terhadap aktivitas berinternet anak. Orang tua di era digital harus waspada dan
berperan aktif dalam perkembangan anak dengan tidak mengandalkan gadget.
Oleh karena itu, orang tua seharusnya
menjadi cermin bagi anak mereka. Hal ini dimulai dari usia dini, dimana orang
tua harus menjauhkan jangkauan anak dari gadget. Kemudian sampai pada usia yang
sewajarnya, orang tua baru dapat memberikan kepercayaan pada mereka untuk
menggunakan gadget dalam keadaan dan waktu tertentu, dengan adanya pengawasan
dan bimbingan penuh. Jika anak sudah terlanjur dengan gadget-nya, orang tua
dapat melakukan pendekatan dengan memberikan hiburan kebersamaan yang sekiranya
membuat dia lupa dengan gadget-nya. Orang tua juga harus seperti gadget bagi
anak dalam membiasakan diri menjadi jawaban atas semua pertanyaan dan masalah
yang dialami anak mereka. Lebih sering berbincang dan menemani anak dalam
belajar, berlibur, berolahraga, serta memilihkan permainan dan hiburan yang
mendidik tetapi tidak membosankan bagi mereka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar